Jumat, 18 Mei 2012

Tugas Mandiri (Notulensi 2) - Teori Organisasi Umum 2



Mekanisme Pasar dan Faktor-Faktornya


Dalam sebuah mekanisme pasar, permintaan dan penawaran merupakan hal yang sangat penting. Jika tidak ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran makan akan terjadi ketimpangan dalam harga atau dalam quantitas barang atau jasa yang di perjual-belikan. Oleh karena itu permintaan harus seimbangan dengan penawaran. Untuk itu sangat penting sekali mengetahui jumlah penawaran yang di berikan dan membandingkannya dengan jumlah permintaan dari konsumen agar ketidakseimbangan permintaan dan permintaan dapat di atasi.

Permintaan adalah kebutuhan masyarakat / individu terhadap suatu jenis barang tergantung kepada faktor-faktor sebagai berikut :

1. Harga barang itu sendiri

2. Harga barang lain

3. Pendapatan konsumen

4. Cita masyarakat / selera

5. Jumlah penduduk

6. Musim / iklim

7. Prediksi masa yang akan datang


Penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk di jual pada berbagai tingkat harga dan situasi.

Keinginan  par penjual dalam menawarkan barang ada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor penting, yaitu :

1. Harga barang itu sendiri

2. Harga-harga barang lain

3. Biaya produksi

4. Tujuan perusahaan
           5. Tingkat produksi yang digunakan. 






Tugas  : Softskill – Notulensi Pasar: Mekanisme Penentuan Harga (Teori Penawaran,

              Permintaan dan Elastisitas)


Nama  : Deni Prayudi
Npm   : 11110787
Kelas  : 2KA06


Tugas Mandiri (Notulensi 1) - Teori Organisasi Umum 2

Pasar dan Bentuk-Bentuk Umumnya

            Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang imbalan uang. Tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu.
                Mungkin sebagian besar masyarakat indonesia lebih mengetahui pasar tradisional dan modern, padahal masih banyak bentuk pasar menurut luas jangkauan, wujud, barang yang di perjualbelikan, waktu penyelenggaraan, dan menurut organisasinya. Yang pertama bentuk pasar menurut luas jangkauannya yaitu pasar daerah, lokal, nasional dan internasional. Bentuk pasar menurut wujud yaitu abstrak dan konkret. Bentuk pasar menurut barang yang di perjualbelikan yaitu produksi dan konsumsi. Bentuk pasar menurut waktu penyelenggaraan yaitu harian, mingguan, bulanan, tahunan dan temporer. Dan yang terakhir bentuk pasar menurut organisasinya yaitu persaingan sempurna dan tidak sempurna, tetapi dari tidak sempurna masih dapat di bedakan menjadi 3 yaitu pertama pasar monopoli dan monopsoni, kedua pasar persaingan monopolistis dan yang ketiga pasar oligoponi dan oligopsoni.
    
         Tugas  : Softskill – Notulensi Jenis- Jenis Karakteristik Pasar


Nama  : Deni Prayudi
Npm   : 11110787
Kelas  : 2KA06
         

Selasa, 18 Oktober 2011

Anak Kerap Dianggap Kurang Penting (Children Less Often Considered Important)

Masih ada kecenderungan anak dianggap sebagai anggota keluarga yang kurang memiliki peran penting, sehingga dianggap tidak perlu diperhatikan dan dilibatkan, apalagi dimintai pendapat dalam pengambilan keputusan keluarga.
Demikian dikemukakan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PP dan PA), Linda Amalia Sari dalam sambutannya pada acara "Fun Bike 1 tahun, Bilqis Sehari", yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (16/10).
Yang lebih parah lagi, kata dia, bahkan menyangkut pengambilan keputusan mengenai masa depan anak itu sendiri. Kondisi ini muncul, karena masih ada sebagian orangtua yang menganggap anak sebagai insan yang sangat bergantung pada mereka.
"Jadi, ada orangtua yang lantas menentukan masa depan anaknya," ujarnya. Alhasil, sia anakpun merasa tidak pernah memiliki dirinya sendiri. Kondisi ini tentu saja, tanpa disadari orangtua, sangat membelenggu cita-cita si anak.
Diingatkan Linda, hubungan harmonis dalam sebuah keluarga, harusnya paling dikedepankan. Antar sesama anggota keluarga harus saling menghormati dan menghargai. "Ini termasuk penghormatan dan penghargaan terhadap anak," tandasnya.

Sumber : http://bataviase.co.id/node/840147
Tanggapan Saya :
In my opinion, the role of children in a family must also be in priority. Because we were able to know what interests, hobbies, and also the willingness of our children. if we do not give priority to the role of the child, it will be created disharmony in the family. Even things that make matters worse, we can harm our own children. Do not let our children become a bad person. 
harmonious relations within a family, should be most emphasized. Among fellow members of the family should be mutual respect and appreciate.

Kondisi Perekonomian Indonesia

ASA depan ekonomi Indonesia, sering digambarkan sebagai sangat memberikan harapan. Hal itu, akan ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Peta jalan untuk mencapai pertumbuhan yang tinggi itu dengan lebih melakukan keterbukaan ekonomi, dengan tetap memberikan peran pada negara. Peta jalan itu, mungkin sudah benar. Implementasinya yang mungkin masih bisa diperdebatkan. Benarkah peta jalan itu masih sejalan dengan pasal 33 UUD 1945 dan juga pasal 34 UUD 1945? Inilah pertanyan yang sederhana. Benarkah ke arah Sila kelima Pancasila? Tidak melupakan wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat? Jawabannya, sering tidak mudah.
Dari aspek pertumbuhan (PDB), pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 temyata masih di bawah China, India, Singapura ataupun Malaysia, masing-masing sebesar 6 persen (Indonesia), 15 persen (Singapura), 10,5 persen (China), 9,7 persen India, dan 6,7 persen (Malaysia). Kalau diekstrapolasi ke pendapatanAapita, Indonesia mungkin akan semakin rendah, mengingat pertumbuhan penduduk Indonesia tertinggi dibanding negara-negara itu. Demikian juga kalau diekstrapolasi ke arah pemerataan/kesenjangan ekonomi, Indonesia akan lebih lebar. Dari aspek peningkatan kesejahteraan bagi rakyatnya, lndone-sia (dengan sendirinya) juga tertinggal. Wujud perekonomian Indonesia, dengan demikian, belum sesuai dengan Sila kelima Pancasila. Gini coeefisiensi Indonesia juga masih tinggi. Inilah yang perlu kita renung-kan bersama, dimana salahnya?
Tidak berlebih, bahwa kita harus jujur melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dari aspek potensi yang dimiliki, Indonesia mestinya bisa lebih maksimal. Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, jumlah penduduk yang juga besar, sehingga merupakan potensi ekonomi yang besar. Sumber daya alam yang besar, sudah tentu akan memberi peluang kemakmuran, kalau dikelola secara benar. Jumlah penduduk yang besar, kalau potensinya bisa dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan/pemupu-kan dana dalam negeri, baik berbentuk pajak, tabungan maupun program Jaminan Sosial akan mampu memupuk dana domestik yang sangat besar, sehingga akan mengurangi ketergantungan kita pada dana LN. Selain itu, juga merupakan pasar yang besar bagi industri barang/jasa dalam negeri. Bahwa potensi yang besar itu belum dapat maksimal, inilah yang perlu memperoleh perhatian kita semua. Kelemahan didalam memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam dan jumlah penduduk yang besar ini, sempat dilaporkan sebuah majalah asing, yang membandingkan Indonesia dan China. Ditahun 1979, ketika Deng Xiao Ping memulai reformasinya, pendapatan perkapita Indonesia masih lebih tinggi dibanding China. Angka rui menjadi terbalik dalam beberapa tahun terakhir.
Kita ingin menyampaikan semua itu, agar kita bisa lebih menyadari, bahwa Indonesia (sesungguhnya) masih harus bekerja keras, cerdas, dan konsisten mengelola ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Benar, kita telah mencapai kemajuan. Namun kemajuan itu masih harus dipicu, agar semakin seimbang dengan kemajuan negara lain, khususnya negara di sekitar kita. Kalau tidak, bisa terjadi kesenjangan regional, yang tentu saja bisa berdampak buruk. Sampai kapan (misalnya) Indonesia masih harus mengirimkan TKI/TKW ke Malay-sia?Tidakkah fenomena ini telah menunjukkan adanya kesenjangan regional? Inilah PR (pekerjaan rumah) bagi pemerintah,dan kita semua yang tidak mudah.

sumber : http://bataviase.co.id/node/546413

2011, DKI Ditargetkan Bebas Kantong Plastik

Untuk mendukung kesehatan warganya dan menjaga kondisi lingkungan hidup, tahun 2011 mendatang DKI Jakarta ditargetkan bebas dari penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mencapai target itu, Pemprov DKI Jakarta dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Jaya akan melakukan kesepakatan bersama dengan para pengusaha di Jakarta untuk mengurangi pemakaian kantong plastik. Penandatanganan kesepakatan bersama akan dilakukan dalam rapat pimpinan provinsi (Rapimprov)-Kadin Jaya, 11 Februari mendatang.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan dengan penandatanganan kesepakatan tersebut, ditargetkan DKI Jakarta akan bebas kantong plastik pada tahun 2011. Sebagai gantinya, Pemprov DKI Jakarta dan Kadin Jaya akan mencari bahan pengganti yang berasal dari bahan daur ulang atau bahan yang ramah lingkungan.
“Tahap awal kami akan menandatangani kesepakatan dengan asosiasi pengusaha ritel Indonesia atau Aprindo. Sementara ini yang sudah menyetujui Carrefour untuk menghapuskan kantong plastik dari kegiatan penjualannya,” ujar Fauzi Bowo usai bertemu pengurus Kadin Jaya di Balaikota DKI Jakarta, Senin (8/2).
Usai pertemuan, Bang Fauzi sapaan akrab Fauzi Bowo meminta agar rencana ini langsung disosialisasikan kepada warga dan pengusaha di Jakarta.
Ketua Kadin Jaya, Edi Kuntadi, mengatakan, usulan penghapusan penggunaan kantong plastik merupakan inisiatif Kadin Jaya. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam kesepakatan bersama dengan beberapa asosiasi yang memiliki kaitan langsung dengan penggunaan kantong plastik agar tidak lagi menggunakannya.
Dia juga mengungkapkan, hal tersebut dilakukan untuk mendukung kesehatan warga Jakarta, lantaran efek penggunaan kantong plastik dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Selain itu, kantong plastik juga tidak ramah lingkungan lantaran sulit diurai oleh tanah. “Perlu dicarikan jalan keluar, karena dari sisi harga penggunaan barang, plastik lebih murah dibandingkan dengan bahan daur ulang. Karenanya perlu dilakukan sosialisasi agar pengguna kantong plastik bisa beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan itu,” kata Edi.
Edi juga mengharapkan, seluruh pasar tradisional dapat menghentikan penggunaan kantong plastik dan mengajak warga Jakarta beralih dari penggunaan kantong plastik ke penggunaan tas belanja kain atau dari bahan non plastik yang cukup banyak diterapkan negara-negara maju lainnya.
Untuk tahap sosialisasi, sambung Edi, diperlukan waktu sekitar satu tahun, sambil mencari pengganti kantong plastik. Menurutnya, sosialisasi perlu dilakukan karena rencana tersebut pasti akan menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama dari kalangan industri penghasil produk plastik serta pemilik pusat perbelanjaan yang keberatan karena akan mengeluarkan anggaran lebih besar untuk menyediakan pengganti kantong plastik.
Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, menuturkan, PD Pasar Jaya siap menerapkan program penghapusan kantong plastik untuk berbelanja di lingkungan pasar tradisional yang ada di Jakarta. Sebab, lanjutnya, PD Pasar Jaya telah melakukan nota kesepahaman mengenai pasar berwawasan lingkungan di seluruh pasar tradisional. “Kami akan lakukan sosialisasi ke pedagang. Tapi yang paling penting yaitu bagaimana kita dapat memberikan alternatif pengganti kantong plastik. Jangan hanya melarang saja,” tandas Djangga yang yakin program penggantian kantong plastik ke bahan yang ramah lingkungan dapat diterapkan di pasar tradisional.

sumber : http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=37446&idwil=0

Rabu, 12 Oktober 2011

Table Manner


Memahami aturan tata krama di meja makan alias table manner adalah bagian dari pengetahuan standar setiap orang. Meski demikian banyak pernak-pernik yang membedakan sistem table manner, sesuai dengan adat kebiasaan masing-masing negara.
Untuk masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan profesional, table manner paling banyak diadopsi dari standar Amerika. Meski tentu saja tetap dicampur dengan adat kebiasaan orang Indonesia itu sendiri.
Aturan-aturan pokok tata cara di meja makan ini terdiri atas 3 yang utama yakni, pertama sebelum makan, kedua tata cara menggunakan perlengkapan makan, dan yang ketiga saat makan sedang berlangsung.
Sebelum Makan
  • Pastikan tempat dan jenis undangan makan yang akan Anda datangi, hal ini untuk menyesuaikan busana yang hendak Anda kenakan. Apakah sifatnya formal, ataupun santai dengan busana casual. Meskipun Anda penggemar berat asesori berupa topi, hindarkan penggunaan topi ini selama makan siang ataupun malam yang resmi.
  • Tanyakan kepada tuan rumah maupun pengundang tentang posisi tempat duduk Anda, apakah bebas, ataukah ditentukan. Ketika Anda sudah duduk, dan ada tamu lain yang datang maka Anda cukup mengangguk memberi hormat, siapapun tamunya, apakah itu pria maupun wanita. Sementara untuk tata cara Amerika, para pria harus berdiri apabila ada tamu wanita yang hadir ataupun meninggalkan meja makan.
  • Doa maupun sepatah sambutan dan ucapan dari pihak pengundang biasanya dilakukan sebelum acara makan dimulai. Toast pun tak jarang dijadikan awal pembuka acara makan.
  • Tidak memulai makan sampai semua tamu hadir, dan makanan tersaji lengkap di depan masing-masing tamu, dan mereka sudah mengambil makanan di atas piring masing-masing. Atau juga sebelum tuan rumah mempersilakan. Aturan Amerika lebih ketat, semua akan mengambil sendok dan garpunya apabila tuan rumah sudah melakukannya terlebih dahulu.Selalu letakkan serbet kain yang tersedua di pangkuan Anda, jangan tempatkan di dada Anda.
Penggunaan Peralatan Makan
  • Satu set peralatan makan berupa garpu, sendok, pisau biasanya tersedia di masing-masing hadapan Anda. Bentuk dan ukurannya beragam, dibedakan atas jenis makanannya, apakah itu untuk hidangan pembuka (appetizer), hidangan utama (main course) ataupun untuk hidangan penutup (dessert).
  • Tidak perlu cemas untuk salah penggunaan, karena biasanya untuk hidangan pembuka dan penutup, perlengkapannya lebih kecil dari hidangan utama. Yang terkecil ukuran sendok, pisau dan garpunya adalah untuk hidangan penutup.
  • Beberapa tuan rumah maupun rumah makan biasanya menyusun peralatan makan ini dengan cara meletakkan peralatan terluar untuk hidangan pembuka, lalu hidangan pembukanya dengan peralatan di bagian susunan tengah, dan bagian terdalam sisi kanan dan kiri piring Anda adalah alat untuk menikmati hidangan penutup. Sementara apabila di restoran tertentu, peralatan yang diletakkan di meja hanya untuk hidangan utama, sementara peralatan untuk hidangan pembuka dan penutup akan disajikan bersamaan dengan penyajian hidangannya.
  • Demikian juga untuk gelas yang tersedia di depan Anda, apabila tersedia lebih dari satu, maka kemungkinan besar salah satunya adalah gelas untuk wine. Apabila wine disajikan oleh pramusaji, maka Anda cukup mengatakan pada pramusaji apabila Anda ingin meminumnya, dan pramusaji akan langsung menuangkannya pada gelas wine yang tersedia. Biasanya gelas wine paling dekat dengan piring Anda, dan gelas air putih berada di sebelah kirinya.Sementara untuk cangkir kopi maupun teh berada di sebelah kanan perlengkapan makan yang sudah disetting.
Selama Makan
  • Jika hidangan tersaji di depan meja dan Anda harus bergantian mengambilnya, maka pastikan Anda tidak menumpuk semua makanan dalam satu waktu.
  • Sementara apabila dihidangkan satu persatu, maka pastikan juga Anda memberikan informasi yang jelas atas hidangan yang ditawarkan. Jika Anda berkenan Anda bisa mengatakan ”Yes, please” (Ya, silakan) dan pramusaji akan meletakannya di piring Anda, atau “No, thank you” (Tidak, terimakasih), maka makanan itu tidak akan ditempatkan di piring Anda. Jangan asumsikan jawaban Anda dengan menggangguk atau menggeleng, karena pramusaji bisa salah menterjemahkannya.
  • Cicip makanan terlebih dahulu sebelum menambahkan garam ataupun merica ke makanan Anda. Jika ada tamu lain di sebelah Anda meminta tolong untuk mengulurkan garam atau lada, maka pastikan 1 set bumbu ini (keduanya) Anda ambilkan. Biarkan tamu tersebut memilih sendiri bumbu tambahannya, dan Anda tidak perlu menerka-nerka yang mana botol garam, dan mana pula yang lada.
  • Menikmati sup dan makanan lain hendaknya jangan sampai berbunyi mengecap ataupun suara menyeruput keras dari mulut Anda. Meskipun di beberapa negara lain mengeluarkan bunyi-bunyian dari mulut saat makan di anggap sebagai bagian dari penghormatan.
  • Sampaikan kata “Excuse me,” (Permisi), ketika Anda meninggalkan meja untuk menuju restroom sejenak.
  • Jangan menggunakan handphone Anda untuk bertelepon ria atau ber-sms, selama acara makan berlangsung. Apabila mendadak ada panggilan penting, maka Anda harus undur sejenak dari meja makan tersebut.
  • Bila di Amerika akhir makan ditandai dengan meletakkan peralatan makan di samping kanan piring dengan cara menelungkupkannya, maka di Indonesia, Anda tetap bisa meletakkan di atas piring Anda, dan memberitahukan pramusaji untuk membereskan dan mengambil piring dan peralatan tersebut.

Pendidikan di Negara Amerika Serikat

Pendidikan publik di Amerika dioperasikan oleh negara dan pemerintah daerah, yang diatur oleh Amerika Serikat Departemen Pendidikan melalui pembatasan dana federal. Anak-anak diwajibkan di kebanyakan negara untuk menghadiri sekolah dari usia enam atau tujuh (umumnya, taman kanak-kanak atau kelas pertama) sampai mereka berumur delapan belas (umumnya membawa mereka melalui kelas dua belas, akhir SMU); beberapa Negara bagian memungkinkan siswa untuk meninggalkan sekolah pada usia enam belas atau tujuh belas. Sekitar 12% dari anak-anak yang terdaftar di nonsectarian paroki atau sekolah swasta. Hanya sekitar 2% dari anak-anak yang belajar di rumah. Amerika Serikat memiliki banyak lembaga-lembaga swasta dan publik pendidikan tinggi yang kompetitif, serta masyarakat lokal masuk perguruan tinggi dengan kebijakan terbuka. Dari jumlah penduduk Amerika yang berumur diatas dua puluh lima tahun, sekitar 84,6% lulus dari sekolah menengah umum, 52,6% dari mereka masuk ke beberapa perguruan tinggi, dan sekitar 27,2% memperoleh gelar sarjana, dan 9,6% memperoleh gelar sarjana muda. Hampir seluruh rakyat amerika tidak ada yang buta huruf mencapai sekitar 99% dari total keseluruhan. Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan Amerika Serikat sebuah indeks Pendidikan 0,97, yang berada pada peringkat 12 di dunia.


sumber : wikipedia